Sudah terlalu lama Beliau nantikan beban hidupnya meringan, namun kembali pada kenyatanya, semua terasa sama berat dan kian lama kian melara.
Di dalam pengharapan Beliau semakin renta tuk melihat kedepan, nampak ruang bahagia telah menjauh dari akalnya dan tak lagi berasa.
Saat ku bertanya, lirih jawabnya tentang harapanya untuk Bangsa.
jawabnya " semoga anak cucu saya bisa menikmati kesejahteraan yang sebenarnya, kesejahteraan Negara bagi seluruh rakyatnya"
singkat paparnya membiusku dalam sekejap, membawaku untuk coba mengerti tentang kesakitan dalam titik kepasrahan.
Tak mampu bertindak lebih, namun telah lama menahan pedih.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar