Terukir dan mengukir, terbaca tak jauh berbeda namun akan terasa amat sangat berbeda jika di maknakan dalam kehidupan kita manusia.
manusia terlahir tidak dengan segala pemahaman dan pengertian yang secara otomatis bisa di miliki, namun dengan proses, seiring berjalannya waktu, dan tekat yang tinggi dalam mengukir sejarah tentang dirinya sendiri, manusia akan semakin mengerti dan memahami. seperti pohon yang makin berumur makin bertekstur, dan serumit akar pohon yang menjalar kokoh hadapi waktu demi waktu.
oleh karna sejarah kita tidak bisa terukir dengan sendirinya, maka segeralah kita manusia berlomba lomba mengukir hari untuk menjadi lebih berarti, setidaknya bagi diri sendiri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar